Dua warga negara Indonesia korban perdagangan manusia ditembak mati di Myanmar

Dua warga negara Indonesia korban perdagangan manusia ditembak mati di Myanmar

Empat puluh enam WNI korban perdagangan manusia di Myanmar tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Banten pada 20 Februari 2025

Dua warga negara Indonesia mengalami luka tembak di kaki setelah ditawan dan disiksa di Myanmar, menurut Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Kedua orang tersebut merupakan bagian dari 46 korban perdagangan manusia yang dipulangkan pemerintah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pada Kamis malam.

“Tidak ada cacat fisik, tetapi ada luka tembak di kaki,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, pada Jumat.

Ia tidak memberikan keterangan rinci mengenai identitas korban maupun kronologi kejadian yang menyebabkan mereka mengalami luka tembak, ia hanya menyebutkan bahwa mereka merupakan korban penyiksaan oleh kelompok separatis di Myawaddy, Myanmar.

Kementerian membenarkan bahwa sebagian korban yang ditawan berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Indonesia, kata Nugraha.

Ke-46 WNI tersebut dipulangkan pada Kamis malam dalam dua tahap. Di antara mereka terdapat seorang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu.

“Pemulangan ini merupakan hasil kerja keras pemerintah,” katanya.

Menurut Nugraha, masih ada 270 WNI lainnya yang terjebak di Myawaddy dan Kementerian akan segera memulangkan mereka.

“Kami berharap dapat melakukan investigasi mendalam terhadap pihak yang bertanggung jawab atas pemulangan mereka sehingga kami dapat melakukan penegakan hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan TKI Kementerian PMI Rinardi menyatakan, ke-46 TKI yang dipulangkan tersebut akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Kementerian Sosial akan melakukan pendataan dan asesmen terhadap mereka, katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*