Klasemen Liga Italia: Atalanta lewati Inter di puncak klasemen

Klasemen Liga Italia: Atalanta lewati Inter di puncak klasemen

Penyerang Atalanta Marco Brescianini (kanan) dan Ademola Lookman (kiri) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Lazio pada pertandingan pekan ke-18 Liga Italia di Stadion Olympico, Roma, Minggu (28/12/2024). (ANTARA/AFP/TIZIANA FABI)

Atalanta mempertahankan puncak klasemen dari Inter Milan setelah imbang 1-1 menghadapi Lazio pada pertandingan pekan ke-18 Liga Italia di Stadion Olimpico, Roma, Minggu dini hari WIB.

Tambahan satu poin membuat Atalanta meraih 41 poin dari 18 pertandingan atau unggul satu poin atas Inter yang menempati eringkat kedua.

Nerazzurri baru saja mengalahkan tuan rumah Cagliari dengan skor 3-0 di Stadion Unipol Domus, Cagliari, Minggu dini hari WIB.

Lautaro Martinez dan kawan-kawan masih berpeluang besar menggeser Atalanta, karena menyimpan satu pertandingan tunda.

Pada pekan ke-18 ini, Genoa juga memetik poin penuh usai mengalahkan Empoli 2-1 di Stadio Carlo Castellani, Empoli, Sabtu malam WIB.

Sementara dalam pertandingan lainnya, Parma mengatasi perlawanan 10 pemain Monza dengan menang 2-1.

Pekan ke-18 Liga Italia masih menyisakan enam pertandingan, termasuk Napoli menghadapi Venezia, Juventus ditantang Fiorentina dan Milan bersua AS Roma.

Hasil rangkaian pertandingan pekan ke-18 Liga Italia:
Parma 2-1 Monza
Empoli 1-2 Genoa
Cagliari 0-3 Inter
Lazio 1-1 Atalanta

Dilansir dari laman Serie A, Minggu, berikut 10 besar klasemen sementara Liga Italia:

PeringkatTimMenangSeriKalahMargin golPoin
1.Atalanta132343:2041
2.Inter Milan124145:1540
3.Napoli122326:1238
4.Lazio112533:2535
5.Fiorentina94329:1331
6.Juventus710028:1331
7.Bologna77223:1828
8.AC Milan75425:1626
9.Udinese72821:2623
10.AS Roma54823:2319

Saksi mata laporkan api dan ledakan sebelum pesawat Jeju Air jatuh

Saksi mata laporkan api dan ledakan sebelum pesawat Jeju Air jatuh

Petugas melakukan operasi penyelamatan setelah pesawat Jeju Air mengalami kecelakaan di luar landasan pacu Bandara Internasional Muan, Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024). ANTARA/Anadolu/as.

– Saksi mata kecelakaan pesawat yang mematikan di Muan, barat daya Korea Selatan, pada Minggu (29/12) melaporkan adanya percikan api di mesin jet dan mendengar beberapa ledakan sebelum insiden terjadi.

Pesawat Jeju Air keluar dari landasan saat mendarat dan menabrak dinding pagar di Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla Selatan, sekitar 288 kilometer barat daya Seoul, pada pukul 9:07 pagi waktu setempat.

Video yang ditayangkan stasiun TV lokal menunjukkan pesawat mencoba mendarat tanpa roda pendaratan terbuka.

Yoo Jae-yong, 41 tahun, yang menginap di rumah sewa dekat bandara, mengatakan ia melihat percikan api di sayap kanan pesawat sebelum kecelakaan terjadi.

“Saya sedang memberitahu keluarga saya bahwa ada masalah dengan pesawat itu ketika saya mendengar ledakan keras,” kata Yoo.

Saksi lain, yang hanya diidentifikasi dengan nama belakang Cho, mengatakan bahwa ia sedang berjalan kaki sekitar 4,5 kilometer dari bandara saat kecelakaan terjadi.

“Saya melihat pesawat sedang menurun dan berpikir pesawat itu akan mendarat ketika saya melihat kilatan cahaya,” ujar Cho.

“Kemudian terdengar suara ledakan keras, diikuti asap di udara, lalu beberapa ledakan berturut-turut.” katanya lagi.

Saksi lainnya, Kim Yong-cheol, 70 tahun, mengatakan pesawat gagal mendarat pada percobaan pertama dan kembali berputar untuk mencoba mendarat sebelum kecelakaan terjadi.
Kim mengingat mendengar suara “gesekan logam” dua kali sekitar lima menit sebelum kecelakaan.

“Saya melihat ke langit dan melihat pesawat itu naik kembali setelah gagal mendarat, sebelum saya mendengar ‘ledakan keras’ dan melihat ‘asap hitam membumbung ke langit,'” kenang Kim.

Pejabat menduga kegagalan roda pendaratan, kemungkinan akibat tabrakan dengan burung, menjadi penyebab kecelakaan. Kepolisian dan otoritas pemadam kebakaran telah memulai investigasi di lokasi kejadian untuk menentukan penyebab pasti insiden tersebut.

Korban tewas pesawat jatuh di Korea Selatan capai 167 orang

Korban tewas pesawat jatuh di Korea Selatan capai 167 orang

Petugas melakukan operasi penyelamatan setelah pesawat Jeju Air mengalami kecelakaan di luar landasan pacu Bandara Internasional Muan, Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024). ANTARA/Anadolu/as.

Sedikitnya 167 orang di Korea Selatan tewas setelah sebuah pesawat tergelincir dan kemudian meledak selagi mendarat di bandara pada Ahad, lapor kantor berita Yonhap yang mengutip pejabat dinas pemadam kebakaran.

Pesawat yang membawa 175 penumpang dan enam awak itu keluar dari landasan pacu saat mendarat di Bandara Internasional Muan di setelah barat daya. Pesawat dilaporkan menabrak dinding beton dan kemudian terbakar.

“Setelah pesawat menabrak dinding, penumpang terlempar keluar dari pesawat. Peluang untuk bertahan hidup sangat tipis,” katanya.

Operasi evakuasi para korban masih berlangsung. Dua awak pesawat selamat dan dibawa ke Seoul untuk mendapat perawatan. Luka yang mereka alami dilaporkan tidak mengancam jiwa.

Sementara itu, para saksi mata mengaku telah melihat api keluar dari mesin pesawat dan mendengar beberapa kali ledakan sebelum akhirnya pesawat terbakar, demikian menurut Yonhap.

Video yang disiarkan media Korea memperlihatkan pesawat tersebut mencoba mendarat, namun roda pendaratan tidak berfungsi dengan baik.

Lebanon serahkan 70 perwira rezim Assad kepada Suriah

Lebanon serahkan 70 perwira rezim Assad kepada Suriah

Arsip foto – Tentara dan polisi rezim Bashar Assad di Suriah antre untuk menyerahkan senjata dan amunisi mereka sesuai perintah pemerintahan transisi setelah kekuasaan Partai Baath tumbang setelah berkuasa selama 61 tahun, di Damaskus, Suriah, 22 Desember 2024. ANTARA/Anadolu/Emin Sansar/py.

 Sedikitnya 70 perwira di era rezim Bashar Assad di Suriah, yang sebelumnya melarikan diri ke Lebanon, dikabarkan telah diserahkan kepada pemerintahan baru Suriah.

Menurut sumber-sumber militer di pemerintahan Suriah pada Sabtu (29/12), ke-70 perwira itu ditangkap di Lebanon.

“Pada Sabtu, tentara menyerahkan sekitar 70 warga negara Suriah, termasuk perwira berbagai pangkat dari pasukan rezim sebelumnya, kepada Direktorat Operasi Militer Suriah,” Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan.

Penyerahan itu berlangsung di depan delegasi keamanan Lebanon di perbatasan kedua negara di Arida.

Mereka yang diserahkan ke Suriah itu ditangkap di distrik Jbeil, Provinsi Lebanon Pegunungan, pada Jumat (27/12), setelah mereka memasuki negara itu secara ilegal.

Assad, yang berkuasa di Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia setelah kelompok-kelompok anti-rezim merebut ibu kota Damaskus pada 8 Desember dan mengakhiri kekuasaan Partai Baath.

Perebutan kekuasaan itu terjadi setelah kelompok perlawanan Hayat Tahrir al-Sham merebut kota-kota penting dalam serangan kilat yang berlangsung selama hampir dua pekan.

Harta kekayaan Eko Aryanto, hakim yang menjatuhkan vonis Harvey Moeis

Harta kekayaan Eko Aryanto, hakim yang menjatuhkan vonis Harvey Moeis

Dua terdakwa kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah tahun 2015-2022 Harvey Moeis (kanan) dan Reza Andriansyah (kiri) berjalan keluar ruangan sidang usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/12/2024). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.

Harvey Moeis yang merupakan suami dari selebritis Sandra Dewi, terlibat dalam kasus korupsi di sektor timah dengan kerugian negara mencapai Rp271 triliun.

Pada sidang yang digelar Senin 23 Desember 2024 di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Hakim Ketua Eko Aryanto menjatuhkan vonis 6,5 tahun penjara, denda Rp1 miliar, dan kewajiban mengganti kerugian negara sebesar Rp210 miliar.

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya meminta hukuman 12 tahun penjara. Dalam putusannya, Hakim Eko Aryanto menjelaskan bahwa pengadilan mempertimbangkan fakta-fakta yang ada dan menyimpulkan bahwa tuntutan tersebut terlalu berat mengingat kronologi peristiwa yang melibatkan terdakwa.



“Tuntutan pidana penjara selama 12 tahun kepada terdakwa Harvey Moeis, majelis hakim mempertimbangkan tuntutan pidana penjara tersebut terlalu berat jika dibandingkan dengan kesalahan terdakwa sebagaimana kronologi terdakwa,” ujar Eko Aryanto.

Putusan ini menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan keadilan dalam penanganan kasus korupsi di Indonesia, terutama dalam konteks vonis yang dianggap terlalu ringan untuk kerugian negara yang sangat besar.

Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada profil harta kekayaan Hakim Eko Aryanto. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2023 yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hakim tersebut memiliki kekayaan senilai Rp2,82 miliar. Berikut adalah rinciannya:

A. Tanah dan bangunan Rp1.350.000.000

  • Tanah dan Bangunan seluas 200 m²/100 m² di Kota Malang, Hasil Sendiri Rp1.350.000.000


B. Alat transportasi dan mesin Rp910.000.000

  • Mobil, Honda CR-V Minibus Tahun 2013, Hasil Sendiri Rp300.000.000
  • Mobil, Honda Civic Sedan Tahun 2013, Hasil Sendiri Rp300.000.000
  • Motor, Kawasaki Ninja Sepeda Motor Tahun 2013, Hasil Sendiri Rp50.000.000
  • Motor, Kawasaki KLX Sepeda Motor Tahun 2013, Hasil Sendiri Rp20.000.000
  • Mobil, Toyota Innova Reborn G 2.0 AT Tahun 2016, Hasil Sendiri Rp240.000.000


C. Harta bergerak lainnya: Rp395.000.000

D. Kas dan setara kas: Rp165.981.000


Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Eko Aryanto menunjukkan bahwa ia tidak memiliki hutang, sehingga total kekayaan yang ia miliki adalah sebesar Rp2.820.981.000 Kekayaan ini mencakup berbagai jenis aset, mulai dari tanah dan bangunan, kendaraan hingga kas dan setara kas.

Empat pemain Juventus berlatih lagi setelah sembuh dari cedera

Empat pemain Juventus berlatih lagi setelah sembuh dari cedera

Pelatih Juventus asal Italia Thiago Motta melihat sebelum pertandingan sepak bola Liga Champions antara Juventus dan VfB Stuttgart di stadion Allianz di Turin, Selasa (22/10/2024). ANTARA/AFP/Marco Bertorello/am.

Pelatih Juventus Thiago Motta memastikan Douglas Luiz, Nico Gonzales, Danilo dan Teun Koopmeiners berlatih kembali bersama skuad Si Nyonya Tua setelah sembuh dari cedera.

Mereka menjadi amunisi tambahan untuk Juventus yang akan bersua Fiorentina di Allianz Stadium, Turin, Senin nanti.

“Douglas Luiz, Nico Gonzalez, Danilo dan Teun Koopmeiners semuanya kembali berlatih bersama skuad. Nico Gonzalez berlatih terpisah karena kelelahan, tetapi dia melakukannya dengan baik hari ini,” kata Motta dalam laman Juventus pada Minggu.

Guna menghadapi Fiorentina, mantan pelatih Bologna itu menyiapkan strategi bola mati setelah Koopmeiners masuk lagi tim.

Motta mengatakan timnya tak akan terlalu bermain dengan mendominasi penguasaan bola.

“Banyak hal lain yang diperhitungkan, seperti intensitas dan keseimbangan…Melawan Fiorentina kami harus berhati-hati, mereka berbahaya dalam transisi,” ujar mantan pemain Juventus tersebut.

Juventus berpeluang menambah luka bagi Fiorentina yang tak pernah menang dalam tiga laga terakhir.

Tapi Dusan Vlahovic dan kawan-kawan memikul tugas berat menembus pertahanan Fiorentina yang dijaga David De Gea yang sejauh ini baru kebobolan 13 gol dan merupakan tim kedua yang sulit dibobol lawan.

Juventus kini berperingkat keenam dengan 31 poin, sama dengan Fiorentina yang menempati peringkat kelima namun unggul selisih gol.

28 orang tewas, tiga selamat dalam kecelakaan pesawat di Korea Selatan

28 orang tewas, tiga selamat dalam kecelakaan pesawat di Korea Selatan

Petugas melakukan operasi penyelamatan setelah pesawat Jeju Air mengalami kecelakaan di luar landasan pacu Bandara Internasional Muan, Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024). Menurut otoritas setempat kecelakaan yang menimbulkan kobaran api itu diduga kegagalan pada roda pendaratan akibat tabrakan dengan burung yang menyebabkan sedikitnya 28 penumpang tewas. ANTARA FOTO/ REUTERS/Kim Hong-Ji/Spt.

Sedikitnya 28 orang tewas dan sejumlah lainnya kemungkinan terluka setelah pesawat penumpang Korea Selatan yang membawa 181 orang mengalami kecelakaan di salah satu bandara negara tersebut, Ahad, menurut polisi dan petugas dinas pemadam kebakaran.

Kecelakaan terjadi pada pukul 9:07 pagi waktu setempat ketika pesawat Jeju Air keluar dari landasan pacu selagi mendarat dan menabrak pagar di Bandara Internasional Musan di daerah Muan, yang berjarak sekitar 288 km barat daya Seoul.

Otoritas mengonfirmasi bahwa 28 orang ditemukan tewas di bagian ekor pesawat, dengan jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah. Tiga orang berhasil diselamatkan.

Total 181 orang berada di dalam pesawat, termasuk enam kru, yang sedang dalam perjalanan pulang dari ibukota Thailand, Bangkok. Sebagian besar penumpang adalah warga Korea, kecuali dua warga negara Thailand.

Kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada pesawat dan memicu kebakaran. Api berhasil dipadamkan dalam waktu 43 menit, sementara operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di lokasi kejadian.

Sekitar 80 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi kecelakaan pesawat.

Pejabat setempat menduga kegagalan pada roda pendaratan, kemungkinan akibat tabrakan dengan burung, menjadi penyebab kecelakaan. Penyelidikan di tempat kejadian telah dimulai untuk menentukan penyebab pasti musibah tersebut.

Penjabat Presiden Choi Sang-mok memerintahkan pejabat terkait untuk mengerahkan segala upaya dalam operasi penyelamatan. Choi sedang dalam perjalanan menuju lokasi kecelakaan, menurut keterangan pejabatnya.

Kantor kepresidenan mengumumkan akan mengadakan rapat darurat para pejabat senior pada pukul 11.30 pagi waktu setempat, untuk membahas respons pemerintah terhadap kecelakaan ini. Rapat akan dipimpin oleh Kepala Staf Kepresidenan Chung Jin-suk.

Penjabat Kepala Kepolisian Nasional, Komisaris Jenderal Lee Ho-young, juga memerintahkan semua sumber daya yang tersedia dikerahkan dan bekerja sama dengan pemadam kebakaran serta lembaga terkait lainnya untuk mendukung upaya penyelamatan korban.

Peringatan tabrakan burung dikeluarkan sesaat sebelum Jeju Air jatuh

Peringatan tabrakan burung dikeluarkan sesaat sebelum Jeju Air jatuh

Petugas pemadam kebakaran berada di sekitar pesawat Jeju Air yang keluar dari landasan pacu di Bandara Internasional Muan, Muan, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024). ANTARA FOTO/ REUTERS/YONHAP/Spt.

Menara kontrol bandara telah memberikan peringatan mengenai adanya tabrakan dengan burung hanya enam menit sebelum pesawat penumpang Jeju Air yang mengangkut 181 orang jatuh di daerah Muan, barat daya Korea Selatan.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 9:07 pagi waktu setempat, ketika pesawat Jeju Air keluar dari landasan pacu saat mendarat dan bertabrakan dengan dinding pagar di Bandara Internasional Muan, di daerah Muan, Provinsi Jeolla Selatan, 288 kilometer barat daya Seoul.

Menurut konferensi pers pada Minggu oleh Kementerian Tanah, Infrastruktur, dan Transportasi, Korea Selatan, yang mengawasi keselamatan penerbangan, menara kontrol memberikan peringatan tersebut pada pukul 8:57 pagi.

Pilot pesawat segera mengumumkan mayday atau keadaan darurat pada pukul 8:58 pagi dan mencoba mendarat pada pukul 9:00 pagi, tetapi jatuh tiga menit kemudian pada pukul 9:03 pagi saat mendarat tanpa roda pendaratan yang dikeluarkan, kata kementerian tersebut.

“Saat mencoba mendarat di landasan pacu No.1, menara kontrol memberikan peringatan tabrakan dengan burung dan pilot mengumumkan mayday tak lama setelah itu,” ucap kementerian.

Pihak berwenang mengatakan menara kontrol memberi izin untuk mendarat di arah berlawanan di landasan pacu, setelah itu pilot mencoba mendarat hingga akhirnya keluar dari landasan pacu dan menabrak dinding.

179 penumpang diduga tewas dalam kecelakaan pesawat di Korea Selatan

179 penumpang diduga tewas dalam kecelakaan pesawat di Korea Selatan

Otoritas Korea Selatan pada Minggu (29/12/2024) melaporkan bahwa 179 orang diduga tewas dalam kecelakaan pesawat di Bandara Internasional Muan, seperti diberitakan oleh media lokal. /ANTARA/Anadolu/py

Otoritas Korea Selatan pada Minggu (29/12) melaporkan bahwa 179 orang diduga tewas dalam kecelakaan pesawat di Bandara Internasional Muan, seperti diberitakan oleh media lokal.

“Dari 181 penumpang, sebagian besar diduga meninggal, kecuali dua orang yang berhasil diselamatkan,” ujar pejabat Pemadam Kebakaran Jeolla dalam pengarahan kepada keluarga penumpang di bandara, menurut Kantor Berita Yonhap.

Namun, pihak berwenang mengonfirmasi jumlah korban tewas sebanyak 122 orang dalam kecelakaan tersebut.

Pesawat Jeju Air yang membawa 181 penumpang, termasuk enam awak, terbakar saat mendarat setelah dilaporkan mengalami masalah pada roda pendaratan sekitar pukul 09.07 waktu setempat di Kabupaten Muan, 288 kilometer barat daya Seoul, ibu kota Korea Selatan, menurut kantor berita Yonhap.

Pesawat bermesin ganda yang kembali dari Bangkok itu keluar dari landasan pacu, menabrak pagar, dan menghantam dinding hingga meledak dalam kobaran api.

Rekaman media lokal menunjukkan pesawat tergelincir di landasan pacu, diselimuti api dan puing-puing.

Seorang penumpang dan seorang awak ditemukan selamat di bagian ekor pesawat saat upaya penyelamatan terus dilakukan.

Mayoritas penumpang adalah warga Korea, selain dua warga negara Thailand.

Seorang pejabat bandara menyatakan bahwa pihak berwenang memusatkan perhatian pada penyelamatan korban yang terperangkap dalam reruntuhan.

Pelaksana tugas Presiden Korea Selatan, Choi Sung-mok, memerintahkan upaya penyelamatan secara total sebagai respons atas insiden tersebut.

Choi, yang mengambil alih kepemimpinan sementara di tengah krisis politik, mengadakan pertemuan darurat untuk memantau penanganan kecelakaan ini.

Jeju Air dalam pernyataannya menyampaikan bahwa pihaknya sedang memeriksa laporan terkait kecelakaan tersebut.

Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden penerbangan paling mematikan di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kebakaran awal berhasil dipadamkan, dan investigasi penyebab kecelakaan sedang dilakukan untuk menentukan penyebab yang pasti.

Jumlah korban jiwa kecelakaan pesawat Jeju Air jadi 120 orang

Jumlah korban jiwa kecelakaan pesawat Jeju Air jadi 120 orang

Petugas pemadam kebakaran berada di sekitar pesawat Jeju Air yang keluar dari landasan pacu di Bandara Internasional Muan, Muan, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024). ANTARA FOTO/ REUTERS/YONHAP/Spt.

Jumlah korban jiwa dalam kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu bertambah menjadi 120 orang, Yonhap melaporkan.

Mengutip tim pemadam kebakaran setempat, kantor berita itu melaporkan bahwa upaya untuk memastikan angka kematian dalam insiden itu masih terus berlangsung.

Sebelumnya dilaporkan bahwa pesawat nahas yang membawa 181 orang itu, termasuk enam awak, keluar dari landasan pacu saat mendarat dan menabrak pagar bandara itu sehingga pesawat terbakar.

Pesawat tersebut diduga menabrak kawanan burung ketika mendarat.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan bahwa sejauh ini, tidak ada penumpang WNI dalam pesawat Jeju Air yang mengalami kecelakaan tersebut.

Pemerintah dan Kedutaan Besar RI di Seoul terus memantau perkembangan terkait musibah itu, kata Judha Nugraha, Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu.

Terkait dengan kejadian naas itu, rekaman media lokal menunjukkan pesawat tergelincir di landasan pacu, dilalap api dan berhamburan puing-puing.

Seorang penumpang dan seorang awak ditemukan selamat di bagian ekor pesawat, sementara upaya penyelamatan terus dilakukan.

Namun, otoritas menyatakan jumlah korban kemungkinan besar akan terus bertambah.

Mayoritas penumpang adalah warga Korea Selatan, dengan tambahan dua warga negara Thailand.

Seorang pejabat bandara mengatakan bahwa prioritas utama otoritas adalah menyelamatkan mereka yang masih terjebak di reruntuhan pesawat.

Presiden sementara Korea Selatan, Choi Sung-mok, memerintahkan upaya penyelamatan “secara total” sebagai respons atas kecelakaan ini.

Choi, yang saat ini memimpin sementara di tengah krisis politik, mengadakan pertemuan darurat untuk mengawasi tanggapan terhadap insiden tersebut.

Maskapai Jeju Air menyatakan sedang melakukan verifikasi terkait laporan kecelakaan tersebut.

Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden penerbangan paling mematikan di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kobaran api awal berhasil dipadamkan, dan penyelidikan sedang berlangsung untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan.